BERKACA PADA CORONA

kami ada dijalan

Berkaca pada corona

Saat ini dunia seakan mati rasa dengan kejadian wabah virus corona.

Alam juga ikut berduka karena dibelahan dunia saat ini sepih senyap seakan tak ada lagi penghuni.

Apakah ini takdir atau ulah manusia???

Mari kita mulai intropeksi diri kita,saat dunia mengumumkan untuk tidak berkumpul bersama.

Dalam kehening baru kita sadar bahwa pentingnya hidup bersama.

Saat ini dunia sibuk dengan medsos,sampai-sampai waktu buat berbagi pengalaman saling berbagi hampir punah karena manusia lebih sibuk dengan percakapan dunia maya.

Mungkin saat ini TUHAN mau kita kembali berkaca dengan kejadian virus corona.

Tulisan sederhana

Edi kota

View original post

Tanda-tanda Kiamat

Perjalanan Cinta

Telah dinyatakan bahwa tanda-tanda kiamat adalah satu petunjuk atau isyarat yang sudah bisa dipastikan akan terjadi. Namun berdasarkan kehendak-Nya pula maka kapan waktu itu akan terjadi tidak ada yang dapat mengetahuinya, karena hanya Allah SWT seorang yang mengetahui rahasia terbesar itu.

View original post 1,264 more words

Bahasa Kesedihan

Perjalanan Cinta

Untuk berbicara, seseorang tidak perlu mengungkapkan kata-kata, sebab ungkapan yang berasal dari gerak-gerik tubuh terkadang lebih kentara maknanya. Begitu pun dengan kesedihan, ia akan tampak dengan jelas hanya dari raut wajah atau gerak tubuh seseorang. Yang dengannya akan terbukalah semua rahasia yang tersimpan.

View original post 1,318 more words

Generasi Duniawi

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Jika engkau menginginkan kesadaran yang murni, maka bersiaplah merasakan kebangkitan jiwa setelah berpijak pada ketenggelaman diri. Hati yang jernih harus telah membuka pandanganmu terhadap kealpaan. Kefanaan adalah sesuatu yang mutlak kau pahami agar mendapat keselamatan dan kesejahteraan batin. Dan sadarilah bahwa segala yang ada di dunia ini adalah sangat merepotkan ketika tertuju pada hakikat dan makrifat. Bahkan dapat menjadi bahaya lantaran kesamarannya bagi mereka yang baru saja belajar.

View original post 942 more words

Qona’ah : Nrimo ing Pandum

Perjalanan Cinta

Wahai saudaraku. Hari demi hari terus berlalu, dan waktu yang bergulir tetap beranjak sesuai dengan semestinya. Selama ini apakah kita masih rutin mengoreksi diri sendiri, tentang apa yang sudah di lakukan? Dalam hal ini apakah kita sudah mengerti betul tentang sikap yang bisa menerima apa adanya dari Tuhan? atau dalam istilah-falsafah Jawa disebut dengan Nrimo ing pandum. Karena sikap ini bisa menjadi kunci dalam meraih kemuliaan.

View original post 679 more words